Impian pemerintahan provinsi maupun daerah untuk mewujudkan suatu kota atau daerah yang “smart” nampaknya akan cepat terealisasi. Kalaupun belum dapat terwujud dalam waktu dekat, setidaknya pemerintahan daerah dapat merasakan seperti apa nantinya daerah yang “smart” tersebut. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM), sebagai Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) yang paling berkompeten akan teknologi telekomunikasi suatu memulai sebuah program untuk mendukung hal tersebut,yaitu Living Lab Smart City Nusantara.

Living Lab Smart City Nusantara merupakan tempat yang disediakan oleh PT. Telkom bekerjasama dengan beberapa anak perusahaan Telkom Group menyediakan beragam real experience layanan dan produk untuk membantu dan mempermudah pelayanan di pemerintahan, maupun kalangan industri.

Living Lab Smart City Nusantara adalah sebuah laboratorium di mana setiap orang dapat secara langsung merasakan dan mengalami seperti apa wujud dari smart city yang sebenarnya. Attila (27), seorang pengunjung asal Jakarta mengatakan bahwa dirinya terbantu dengan adanya lab ini. Attila tidak lagi bingung dengan konsep kota cerdas yang belakangan banyak dibicarakan. “Iya sudah ngerti sekarang kenapa disebut smart city”, terang Attila yang awalnya mengira smart city adalah kota dengan fitur WiFi dan cctv.

Lab yang terletak di dalam kantor Telkom - Gunung Sahari, Jakarta Pusat ini memiliki berbagai “wahana” dengan pendekatan visual, auditory dan kinestetik. Dengan pengalaman yang melibatkan tiga indera ini, masyarakat semakin dapat merasakan fungsi smart city secara nyata.

Mereka yang datang menuju kawasan pintar berdesain industrial modern ini ingin tahu lebih dalam konsep smart city seperti apa yang sesuai dengan daerah pemerintahannya. Walupun setiap daerah di Indonesia berbeda karakteristik, namun Program ini tetap dapat diaplikasikan. Hal ini sesuai dengan tujuan dasar Smart City Nusantara, yakni menciptakan kota atau daerah yang cerdas dengan menyesuaikan kondisi kebutuhan spesifik masing-masing wilayah dan berbagai kearifan lokalnya.

Bukan hanya untuk mengedukasi pemerintah dan masyarakat, namun program yang diresmikan pada 19 Mei 2016 ini juga berfungsi sebagai umpan balik bagi Telkom untuk dapat mengetahui kebutuhan setiap daerah di Indonesia. Pada akhirnya akan berguna bagi pemerintah pusat maupun daerah. Dengan fungsi ini, Smart City Nusantara akan selalu berkembang.

Sebagai kesimpulannya, tujuan utama TELKOM menyediakan wahana Living Lab Smart City Nusantara adalah agar :

  1. Kalangan Pemerintahan, dunia industry, masyarakat umum dapat mengetahui apa itu Smart City dan korelasinya dengan permasalahan yang dihadapi di daerahnya masig-masing.
  2. Memahami tujuan implementasi Smart City, baik itu dengan melihat simulasi-simulasi sesuai kategori permasalahan kota, maupun dengan mencoba langsung layanan Smart City Nusantara.
  3. Dapat memutuskan apa yang harus dilakukan untuk memulai pembangunan Smart City di daerahnya masing-masing.

Terakhir, Living Lab Smart City Nusantara; Memajukan Indonesia dengan Menciptakan Kota yang Cerdas. Satu Smart City Satukan Negeri.

Share: