Dalam beberapa tahun ke belakang, jargon “smart city” sedang jadi tren di kalangan pemerintahan di Indonesia. Beberapa kota sudah mulai menginisiasi program “smart city” melalui berbagai pendekatan dan eksekusi yang juga beragam. Smart city menjadi nilai jual para pemimpin daerah karena menjanjikan suatu hal yang baru dan bermanfaat untuk pemerintah dan masyarakat di suatu daerah yang telah menerapkan program smart city. Semua berawal dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada warganya: kemudahan dalam pengurusan surat atau perizinan, kemudahan pengaduan masyarakat, transparansi pelayanan, dan lainnya.

Cara yang dilakukan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik seperti diatas adalah dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Seperti Pemkab Paser, saat ini pemerintahan tersebut telah mengimplementasikan layanan-layanan pendukung operasional seperti Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Application Programming Interface (API), Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Aplikasi Online Capil Paser (OCP), Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP) Online, Aplikasi Keliling Grogot (Kelinggo), Sistem Informasi Kepegawaian (SINKA), dll untuk menunjang pemberian pelayanan publik yang lebih baik dan efisien pada kota tersebut.

Untuk melancarkan program “smart city” sebenarnya ada banyak PR yang tidak terlihat, ada banyak persyaratan dan kondisi yang harus dicapai sehingga teknologi dan pembangunan ruangan atau area fisik bisa membantu kinerja dari program “smart city”. Maka dari itu pada hari Kamis, 25 April 2019 Pemerintah Kabupaten Paser yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Sabir Hasan selaku Sekertaris Kominfo beserta staff dan didampingi oleh Pak Deni selaku Account Manager Telkom Regional 6, mengunjungi Living Lab Smart City Nusantara untuk berdiskusi mengenai layanan solusi yang tepat dalam pemasalahan kota yang masih ada.

Dimulai dari berkeliling Living Lab Smart City Nusantara untuk melihat layanan solusi yang disediakan oleh PT. Telkom Indonesia, tbk. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi yang lebih berfokus pada painfull problem yang dimiliki. Setiap kota pasti mempunyai permasalahan yang berbeda sesuai dengan karakteristik lokalnya sehingga implementasi solusi-solusi smart city umumnya harus disesuaikan dengan painfull problem, kebutuhan fisik dan kearifan lokal kota tersebut. Maka dari itu diadakan diskusi antara Bapak Muhammad Sabir beserta staff dengan tim Living Lab Smart City Nusantara, agar tim Living lab Smart City Nusantara dapat membantu Pemerintah Kabupaten Paser dalam menyelesaikan permasalahan–permasalahan yang ada secara khusus.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan prosedur kunjungan ke Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.
Share: