Info Terbaru

Rabu, 8 Juli 2020 pukul 10.00 WITA, Telkom Regional (TREG) 6 mengadakan Webinar Smart City yang bertajuk “Bagaimana Smart City Memberi Manfaat Kepada Masyarakat Dalam Menghadapi Era New Normal”. Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Rijanto Utomo (EVP TREG 6), Yanuar Noor (Kadiskominfo Prov. Kalsel), Budi Setyawan Wijaya (Direktur Strategic Portfolio Telkom), Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc (Rektor Universitas Lambung Mangkurat), Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo (Pakar Smart City Indonesia yang juga merupakan Komisaris Telkom) dan Wahyudi (SM Smart City Development Telkom). Selain itu hadir pula Drs. Abdul Haris Makkie, M.Si selaku Sekda Kalimantan Selatan yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan.

Webinar dengan moderator Onie Smara ini dihadiri oleh 150 partisipan yang hadir dari berbagai kalangan. Tidak hanya Organiasi Perangkat Daerah (OPD) yang berasal dari Pemerintah Daerah di area wilayah TREG 6 saja, namum hadir juga partisipan dari OPD-OPD Pemerintah Daerah luar wilayah TREG 6, akademisi dari beberapa universitas di Indonesia khususnya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kalangan Industri, hingga masyarakat umum. Webinar Smart City ini terbuka untuk umum dan ditayangkan melalui platform Video Conference CloudX dan Youtube Channel Cognitium Digital Studio.

Acara dibuka oleh EVP TREG 6, Rijanto Utomo yang juga memaparkan tentang kesiapan Telkom, khususnya TREG 6 dalam mendukung implementasi Smart City di Provinsi Kalimantan Selatan. Dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Kalimantan Selatan yang penyampaiannya diwakili oleh Sekda Kalimantan Selatan, Drs. Abdul Haris Makkie, M.Si.

Budi Setyawan Wijaya merupakan narasumber pertama dalam agenda webinar ini. Dalam paparannya, Direktur Strategic Portfolio Telkom ini menyampaikan bahwa implementasi teknologi digital melalui Smart City harus dapat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat membutuhkan komitmen dari masing-masing Pimpinan Daerah. Lebih lanjut disampaikan pula tentang peta peran kekuatan Telkom Group untuk mendukung implementasi Teknologi Digital tersebut melalui kapasitas penyediaan digital platform dan digital services yang dimiliki oleh Telkom Group.

Pada paparan kedua, hadir Prof. Sutarto yang memaparkan bagaimana COVID-19 memberi dampak bagi seluruh sektor kehidupan masyarakat, yang mengakibatkan perubahan di bidang teknologi, sosial maupun lingkungan secara global. Rektor ULM ini menjelaskan bagaimana ULM sebagai bagian dari masyarakat turut mempersiapkan diri dan mahasiswa didiknya melalui implementasi Smart Campus, menghadirkan pendidikan berbasis teknologi, menyiapkan studi paket yang mendukung smart campus, juga bekerjasama dengan berbagai pihak dalam proses implementasinya.

Paparan selanjutnya mewakili Pemprov Kalimantan Selatan disampaikan oleh Yanuar Noor. Kadiskominfo Prov. Kalsel ini menjelaskan kesiapan Provinsi Kalsel dalam menghadapi New Normal, program-program yang telah dijalankan dan solusi yang telah dihadirkan untuk dapat mempermudah pelaksanaannya seperti aplikasi Lacak Covid untuk memantau persebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain itu, Kadiskominfo juga menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan optimis untuk dapat mewujudkan Smart Province di wilayahnya dengan berbekal masterplan yang siap untuk diimplementasikan. Untuk itu, melalui Kadiskominfo, Permprov Kalsel juga menyampaikan permohonan dukungan Telkom Group dalam upaya mewujudkan Smart Province tersebut.

Agenda dilanjutkan paparan Prof. Marsudi tentang peran penting Smart City di Era New Normal dan keterkaitan antara keduanya. Dalam menanggapi upaya mewujudkan Kalimantan Selatan menuju Smart Province, Prof. Marsudi menjelaskan bahwa Smart Province harusnya merupakan integrasi dari Smart City Pemkab/Pemkot yang ada di ruang lingkup Prov. Kalsel. Pembangunan terintegrasi yang tidak mengesampingkan pengukuran readiness masing-masing pemkab/pemkot yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan masterplan, skema arsitektur dan blue print yang keseluruhannya harus selaras satu dengan yang lain. Selain itu perwujudan Smart Province juga harus didukung oleh keberadaan Dewan Smart City untuk memastikan Smart Province dapat terealisasikan sesuai masterplan, skema arsitektur dan blueprint yang telah disusun.

Narasumber terkahir dalam webinar ini adalah Wahyudi, yang memberikan paparan komprehensif mengenai Smart City, inisiatif-inisiatif baru pemerintah dan bagaimana kesiapan Telkom untuk mendukungnya termasuk rencana pembangunan Ibu Kota Negara Baru yang rencananya akan dibangun di Pulau Kalimantan. Lebih lanjut SM Smart City Development ini juga memberikan penjabaran lengkap mengenai kapabilitas dan kesiapan Telkom Group melalui Smart City Nusantara khususnya dalam menghadapi New Normal.

Hadirnya webinar smart city ini diharapkan dapat menjadi sarana sharing, diskusi dan tukar pikiran baik itu tentang implementasi smart city secara umum, maupun manfaatnya dalam optimalisasi kesiapan era new normal, secara khusus.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

Rabu, 1 Juli 2020, Telkom Regional V berkesempatan untuk melaksanakan agenda Webinar dengan mengusung tema yang bertajuk “Smart City Implementation in Facing The New Normal”. Acara webinar yang dimoderatori oleh Yogi dan Safir ini berlangsung selama 3,5 jam dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara live melalui Youtube Channel Cognitium Digital Studio dan platform Video Conference CloudX. Topik utama yang menjadi pembahasan dalam webinar ini adalah bagaimana peran Smart City agar dapat membantu masyarakat supaya tetap produktif di masa Pandemi Covid-19 ini. Webinar Smart City yang diselenggarakan oleh TREG V ini menampilkan beberapa narasumber, diantaranya Dr. H. Emil Elestianto Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, Budi Setyawan Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Direktur Strategic Portfolio Telkom, Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo yang dikenal sebagai Pakar Smart City Indonesia dan Wahyudi selaku SM Smart City Development Telkom.

Agenda Webinar yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh 250 peserta yang hadir dari berbagai kalangan, mulai dari petinggi daerah seperti Walikota Madiun, Drs. H. Maidi, perwakilan OPD-OPD dari berbagai Pemda, Akademisi, Industri dan masyarakat umum.

Webinar dibuka oleh Pontjo Suharwono selaku EVP TREG V yang dalam paparannya mengemukakan tentang kesiapan Telkom dalam mendukung Pemerintah Daerah khususnya daerah di area Telkom Regional V (Jatim, Bali, Nusra) dalam mewujudkan Smart City, baik itu dari segi kesiapan akses infrastruktur hingga ketersediaan layanan solusi.

Dilanjutkan dengan paparan dari Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, yang menjabarkan upaya-upaya yang telah ditempuh Pemprov Jawa Timur yang dilakukan untuk menghadapi New Normal hingga persiapan menuju Next Normal. “Saat kita bicara tentang New Normal, rasanya Smart City ini merupakan jawaban yang paling utama. New Normal merupakan masa transisi selama Pandemi ini masih terjadi, maka dari itu kita dituntut untuk tetap produktif tetapi tetap memitigasi resiko penyebaran Covid-19”, ujar Emil pada saat pemaparannya terkait peran Smart City di masa Pandemi Covid-19 ini.

Dilanjutkan dengan paparan dari Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, yang menjabarkan upaya-upaya yang telah ditempuh Pemprov Jawa Timur yang dilakukan untuk menghadapi New Normal hingga persiapan menuju Next Normal. “Saat kita bicara tentang New Normal, rasanya Smart City ini merupakan jawaban yang paling utama. New Normal merupakan masa transisi selama Pandemi ini masih terjadi, maka dari itu kita dituntut untuk tetap produktif tetapi tetap memitigasi resiko penyebaran Covid-19”, ujar Emil pada saat pemaparannya terkait peran Smart City di masa Pandemi Covid-19 ini.

Pemateri selanjutnya adalah Prof. Marsudi, seorang Komisaris Telkom yang juga merupakan Pakar Smart City dan terlibat dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Kominfo. Prof Marsudi menilai bahwa dalam Covid-19 membawa kita menuju 4 pergesaran dalam kehidupan masyarakat, yaitu pergeseran lifestyle #dirumahaja, pergeseran manusia kembali menuju piramida dasar kehidupan, makanan, pentingnya kesehatan dan keamanan jiwa raga, pergeseran virtual dimana teknologi informasi memiliki peran penting, dan yang terakhir adalah meningkatnya empati dan solidaritas sesama. Lebih lanjut Prof. Marsudi menjelaskan bahwa Smart City merupakan jawaban solusi untuk kondisi-kondisi yang muncul saat ini dan karenanya pemda-pemda yang kini telah siap dengan Smart Citynya masing-masing perlu berintegrasi satu dengan yang lain menuju skala Smart City yang lebih besar untuk manfaat yang lebih luas.

Paparan terakhir disampaikan oleh Wahyudi selaku SM Smart City Development PT. Telkom Indonesia. Wahyudi memaparkan mengenai detail teknis bagaimana kontribusi Smart City dalam menjawab tantangan New Normal dan Next Normal. Lebih jauh, dijelaskan juga mengenai kapabilitas Telkom Group melalui produk dan solusi yang telah di inisiasi oleh Smart City Nusantara untuk membantu Pemerintah dalam menanggulangi kasus Covid-19 ini, seperti aplikasi Peduli Lindungi, Smart Village, PPDB From Home, Thermal Camera Checkpoint dan Monitoring Pajak dan lain sebagainya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

New Normal menjadi salah satu bahasan menarik saat ini, ketika Pemerintah Indonesia mulai menggaungkan New Normal dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Dalam pemahamannya sebagai “cara beradaptasi”, New Normal digadang-gadang menjadi salah satu metode yang membuat kita tetap dapat bergerak dengan aman ditengah ancaman Covid-19 yang belum juga mereda. Karenanya untuk dapat meyiapkan diri dalam menerapkan New Normal tesebut, Telkom Regional 1 mengadakan event Webinar dengan tema “Accelerate The New Normal Working Environment”. Webinar yang terbuka untuk seluruh kalangan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait teknologi dan solusi Smart City apa saja yang sekiranya dapat membantu masyarakat agar tetap produktif dengan cara-cara baru di era New Normal ini.

Diadakan pada Rabu, 17 Juni 2020, webinar ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo (Pakar Smart City Indonesia yang juga merupakan Komisaris Telkom), Achmad Sugiarto (Direktur Strategic Portfolio Telkom), Machsus Kusuma Apriyono (EVP TREG 1 Sumatera), Wahyudi (SM Smart City Development), dan juga Prof. Dr. Karomani (Rektor Universitas Lampung) sebagai perwakilan Akademisi.

Event Webinar ini diikuti oleh kurang lebih 350 peserta melalui CloudX dan live streaming Youtube Channel Cognitium Studio. Adapun para peserta tersebut tidak hanya berasal dari kalangan Pemda saja, melainkan juga dari kalangan Akademisi, Industri dan masyarakat umum. Turut hadir meramaikan event webinar ini beberapa para Petinggi Pemerintah Daerah dan Pemimpin Universitas, antara lain H. Muhammad Rudi (Walikota Batam), Sharif Lukman Mahfoedz (Kadiskominfo Pemprov Sumatera Selatan), Nurachmat Herlambang (Kadiskominfo Pemprov Jambi), Zain Noval (Kadiskominfo Pemkot Medan), Ahmad Nurizki (Kadiskominfo Pemkot Bandar Lampung), Prof. Dr. Ir. Bustami Syam (Wakil Rektor IV USU), Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri (Wakil Rektor III Univ Muhammadiyah Palembang), Ade Parlaungan Nasution (Rektor Universitas Labuhan Batu), dan Dr. Akrim (Wakil Rektor II UMSU).

Acara dibuka dengan sambutan EVP TREG 1, Machsus Kusuma Apriyono, yang juga menyisipkan paparan singkat terkait kesiapan TREG 1 dalam menghadapai era New Normal di masa Pandemi Covid-19 ini, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi materi yang diawali dengan paparan dari Direktur Strategic Portfolio, Achmad Sugiarto. Beliau menyampaikan bagaimana Pandemi Covid-19 ini mempengaruhi Telkom Group, terlebih karena 2020 ini Telkom mencanangkan transformasi digital dalam rencana jangka panjangnya. Beliau juga menjelaskan bagaimana Telkom telah mendukung transformasi digital yang selama ini telah diterapkan dan tentu saja Telkom siap dalam mendukung rencana transformasi digital untuk tahap selanjutnya.

Paparan kedua diisi dengan paparan dari Prof. Marsudi. Sebagai seorang pakar Smart City, Prof. Marsudi memberikan penjelasan mengenai Konsep Smart City dan penerapannya, bagaimana Smart City menjadi solusi kondisi saat ini, juga penekanan tentang pentingnya perencanaan / Masterplan dalam implementasi Smart City. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa Smart City sangat cocok untuk diiplementasikan khususnya pada masa Pandemi Covid-19 ini yang menuntut manusia untuk selalu terkoneksi dengan teknologi.

Sesi selanjutnya diisi penyampian materi oleh Prof. Karomani selaku Rektor Universitas Lampung (UNILA) yang memaparkan bagaimana persiapan New Normal dari sisi dunia pendidikan khususnya di UNILA. Menurut beliau, cara-cara baru di era new normal dalam bidang pendidikan menuntut seluruh Civitas Akademika untuk siap menerima perubahan, salah satunya adalah rencana Wisuda Daring di UNILA. UNILA sendiri telah menerapkan solusi E-Learning sejak tahun 2005 yang sekarang sangat dirasakan manfaatnya sebagai Pembelajaran Jarak Jauh.

Dalam sesi terakhir setelah itu, Wahyudi yang menyampaikan paparan mengenai Smart City, inisiatif-inisiatif baru pemerintah dan bagaimana kesiapan Telkom dalam mendukungnya. Lebih lanjut, disampaikan juga penjabaran lengkap mengenai kapabilitas Telkom Group melalui Smart City Nusantara khususnya dalam menghadapi New Normal. Beliau juga menyampaikan, beberapa solusi seperti Smart Village, PPDB From Home, Indonesia Bergerak dan beberapa solusi lainnya yang dapat diimplementasikan untuk membantu masyarakat agar tetap produktif dan berhati-hati di era New Normal.

Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam ini menghadirkan sesi tanya jawab membahas berbagai macam topik mulai dari hal-hal terkait pengembangan Smart City, kebutuhan pengembangan kapasitas akademisi, hingga potensi kerjasama antara Universitas dan Telkom antara lain dengan start up - start up binaan Telkom. Kuis di akhir acara menjadi penutup yang manis sekaligus menunjukan antusias para peserta yang tetap tinggi hingga akhir acara.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

Telkom Regional III menyelenggarakan Webinar yang mengangkat topik Implementasi Smart City dalam Mendukung Penerapan New Normal Ditengah Pandemi Covid-19 pada Senin, 15 Juni 2020 lalu. Webinar yang dimoderatori oleh Ricka Febriliantina yang juga merupakan OSM BGES TREG III ini, membahas bagaimana peran Smart City dalam persiapan menuju New Normal khususnya di wilayah TREG III. Sarat dengan ilmu dan informasi menarik, Webinar yang dibuka oleh paparan Mohammad Khamdan selaku EVP TREG III ini menampilkan narasumber antara lain Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo yang dikenal sebagai Pakar Smart City Indonesia dan saat ini merupakan Komisaris Telkom, Achmad Sugiarto selaku Direktur Strategic Portfolio Telkom, Setiaji selaku Kadiskominfo Jawa Barat yang dalam kesempatan ini hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, Ir. Ajay M. Priatna, M.M. selaku Walikota Cimahi dan Wahyudi selaku SM Smart City Development Telkom.

Webinar berlangsung selama 4 jam dan diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai kalangan, baik itu dari Pemda, Akademisi dan masyarakat umum melalui link cloudX dan streaming Youtube. Turut hadir menyemarakkan diskusi Webinar adalah beberapa Kepala Daerah, Kepala Dinas dan perwakilan dari BUMD, diantaranya Dr. H. Herdiat Sunarya (Bupati Ciamis), Dra. Ety Herawati (Wakil Walikota Cirebon), Drs. H. Herman Suryatman (Sekda Kabupaten Sumedang), Achmad Zulkarnain (Ketua DPRD Kota Cimahi), H. Sonny Salimi (Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung), serta 26 Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang lainnya.

Agenda Webinar dimulai dengan menyayikan lagu Republik Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari EVP TREG III, Mohammad Khamdan yang memaparkan kesiapan TREG III dalam optimalisasi layanan untuk mewujudkan kenyamanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat selama menjalankan anjuran Pemerintah di masa pandemic COVID-19 dan persiapan menuju New Normal.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Strategic Porfolio, Achmad Sugiarto yang menyatakan bahwa saat ini seharusnya kita sudah memasuki tahap Post Covid-19. Tantangannya adalah bagaimana kita harus semakin efektif, efisien dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang dituntut untuk tetap produktif ditengah masa Pandemi Covid-19. Beliau juga mengingatkan bahwa dalam implementasinya Smart City tidak bisa disamakan antar satu daerah dengan daerah lain, karena paretonya ditentukan oleh kebutuhan masyarakat dan tingkat pertumbuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Prof. Marsudi dalam kesempatan ini pun memberikan paparan yang tidak kalah inspiratif. Prof. Marsudi memaparkan bahwa selama ini masalah masing-masing daerah yang berbeda satu sama lain menjadi tantangan dalam pengimplementasian Smart City dan bagaimana keberhasilan Smart City dapat dibuktikan dari bagaimana kualitas hidup masyarakat yang hidup di wilayah tersebut. Terlebih saat ini, dimana terdapat 4 pergesaran yang akan terjadi dalam kehidupan kita selama Pandemi Covid-19 ini. Pergeseran pertama adalah pergeseran lifestyle #dirumahaja; kedua, kita akan kembali ke piramida dasar kehidupan manusia yaitu makanan, kesehatan, dan keamanan jiwa raga; ketiga, pergeseran menuju virtual, dimana teknologi informasi memiliki peran penting; dan keempat manusia yang penuh dengan empati dan solidaritas. Pandemi dan pergeseran ini tentu saja akan mengubah pendekatan konsep dan implementasi Smart City, yang sejalan dengan hukum alam yang mengatakan bahwa ketika menghadapi problem, hanya sistem yang cerdas yang dapat mengatasinya.

Selain itu, mewakili suara Pemerintah Daerah sebagai salah satu stakeholder Smart City, Setiaji dan Ir. Ajay M. Priatna MM turut memberikan paparan singkatnya mengenai upaya-upaya yang telah Pemda lakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan New Normal ini. Mereka memberikan gambaran bagaimana Pemprov Jawa Barat sebagai Pemerintah Tingkat I melakukan berbagai macam inovasi berbasis teknologi, dan Kota Cimahi sebagai Pemerintah Tingkat II yang terus berusaha memberikan pelayanan masksimal kepada warganya dengan menghadirkan Smart City.

Paparan terakhir dan tidak kalah menarik adalah paparan dari SM SCD, Wahyudi yang telah banyak berkecimpung dalam dunia Smart City melalui Smart City Nusantara milik Telkom. Dalam paparannya Wahyudi menyampaikan bahwa, transformasi digital dalam masa pandemi ini bukan lagi pilihan. IT menjadi salah satu jawaban dalam penanganan Pandemi Covid-19. Hal ini didukung oleh pernyataan BAPPENAS yang menyatakan bahwa salah satu pendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah transformasi digital. Bicara tentang transformasi digital berarti meliputi, infrastruktur, aplikasi baik layanan umum maupun khusus, atau layanan pemerintahan, dsb. Telkom Group melalui Smart City Nusantara siap mendukung pengembangan Smart City baik itu sisi infrastruktur maupun solusi digital.

Sesi terakhir dari Webinar yang sekaligus menjadi sesi yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah sesi diskusi interaktif dengan para Narasumber. Antusias para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kepada para narasumber yang disampaikan melalui chat box cloudX dan Youtube. Webinar yang dimulai sejak pukul 8:30 WIB ini akhirnya ditutup pada pukul 12:30 WIB dengan sesi foto virtual bersama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

Dalam persiapan menghadapi new normal dan sebagai upaya optimalisasi implementasi teknologi untuk mendukung sarana dan prasarana terkaitnya, mendorong digital transformasi dan pengembangan smart city secara umum, pada Kamis, 4 Juni 2020 pukul 13.00-15.00 WIB, PT. Telkom Indonesia Regional II bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Webinar Smart City dengan mengusung tema “Speed Up New Normal Achievement”.

Adapun topik utama yang dibahas dalam webinar ini adalah bagaimana Smart City turut andil untuk membantu Individu, Masyarakat, Pemerintah, Industri/Bisnis dan Akademisi dalam mengadapi “New Normal” yang akan segera diberlakukan diberbagai daerah di Indonesia. Terlibat sebagai pembicara adalah para ahli dibidangnya yang tentunya sangat menguasai topik bahasan tersebut, yaitu Bima Arya Sugiarto yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bogor, Arif Satria selaku Rektor IPB, Teuku Muda Nanta yang saat ini menjabat sebagai EVP Telkom Regional II, dan Wahyudi yang saat ini menjabat sebagai SM Smart City Development Telkom Indonesia. Kombinasi pembicara yang mewakili berbagai sektor ini tentunya memperkaya insight dan diskusi selama webinar. Dihadiri oleh lebih dari 350 peserta dari berbagai kalangan dan dengan di pandu oleh Noviana Putri Kusumasari selaku moderator, webinar ini berlangsung menarik selama lebih dari 2 jam.

Webinar dibuka dengan sambutan dari Teuku Muda Nanta selaku penyelenggara yang menyampaikan dukungan Telkom Group selama Pandemi-Covid 19 dan persiapan Telkom Group menghadapi “New Normal”. Tidak bisa dipungkiri pandemic mendorong perubahan perilaku dan peningkatan digitalisasi. Contoh sederhana dapat dilihat bahwa berdasarkan analisis Big Data terhadap user Indihome yang menyatakan bahwa 3 aktivitas yang dominan dilakukan masyarakat selama PSBB adalah online education, online communication (Video Conference) dan dan online games. Lebih lanjut, Teuku Muda Nanta menambahkan bahwa solusi – solusi smart city sangat tepat digunakan dalam kondisi seperti saat ini.

Dalam paparannya mengenai New Normal, Bima Arya menyampaikan New Normal sebagai proses yang sangat panjang dengan sifat yang integratif dan evaluatif. Kondisi ini merupakan fase yang anomali dan bisa saja prosesnya maju-mundur dilihat dari evaluasinya. Dilihat dari sisi teknologi, kita dipaksa untuk meloncat puluhan tahun kedepan, tetapi secara perilaku fisik kita ditahan menjadi lebih konservatif untuk melaksanakan physical distancing. Pemerintahan pun dituntut untuk terbuka kepada masyarakat. Lebih lanjut Bima Arya menyampaikan bahwa terdapat beberapa issue besar yang perlu diperhatikan dalam persiapan “New Normal” antara lain sistem teknologi baru untuk penanganan Covid-19 dan  pelayanan publik dengan menerapkan smart government yang harus disegerakan pengimplementasiannya. Untuk mewujudkan hal itu semua ada 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aktor, infrastruktur, dan kultur. Smart City untuk solusi Covid-19 di suatu wilayah dapat terlaksana apabila ketiga aspek itu terpenuhi.

Arif Satria sebelum memulai sesi paparannya mengutip pernyatan dari Charles Darwin yang berbunyi, “yang survive bukan yang paling kuat atau yang paling pintar, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan”. Menurut Arif, situasi Covid-19 menuntut kita sebagai individu untuk merespon dengan gaya hidup, cara belajar, dan cara bekerja yang lebih fleksibel terhadap perubahan. Beliau juga menyampaikan bahwa IPB ikut turut andil dalam membantu memerangi Covid-19 dengan menyediakan Laboraturium Uji Covid-19 yang aktif terhitung sejak 30 April 2020. Data per 4 Juni 2020 menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 1.300 sampel yang sudah diteliti dalam uji lab covid-19. Selain itu IPB juga sedang mengembangkan smart farming dan smart channeling, dimana nantinya keduanya akan membantu menghubungkan para petani di desa dengan konsumennya.

Melengkapi bahasan people dan proses dalam implementasi smart city di era new normal yang sudah di sampaikan oleh pembicara sebelumnya, Wahyudi dalam sesinya di webinar ini lebih berfokus pada aspek teknologi sebagai enabler. Lebih lanjut, disampaikan bahwa dalam situasi Pandemic Covid-19 yang sedang kita alami sekarang, sangat nyata rasanya bahwa peran digital transformation sangatlah penting. Untuk itu dalam upaya mendukung pemerintah baik itu dalam mengatasi keterbatasan akibat Covid-19 maupun dalam pengembangan smart city, Telkom Group melalui Smart City Nusantara telah mengembangkan beberapa solusi seperti PPDB From Home, eLearning, Smart Village, Monitoring Pajak, Thermal Camera Checkpoint, dan lain sebagainya.

Telkom berharap webinar ini dapat meningkatkan kesadaran berbagai pihak akan pentingnya digital transformation dan implementasi smart city sebagai salah satu upaya mengatasi keterbatasan akibat Pandemic Covid-19 dan kolaborasi dalam mewujudkan pengembangannya untuk Speed Up New Normal Achievement.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

Kebutuhan digitalisasi terasa meningkat di masa pandemic Covid 19 seperti saat ini. Perlunya berbagai sarana untuk tetap efektif dalam melakukan berbagai aktivitas dengan tetap dirumah saja membuat banyak orang seakan tersadar pentingnya manfaat digitalisasi di berbagai aspek kehidupan. Dorongan transformasi digital di pemerintahan pun menguat antara lain sektor Pendidikan, Kesehatan, Pelayanan Masyarakat, Administrasi Pemerintahan dan lain sebagainya.

Sebagai upaya untuk tetap memberikan dukungan bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan transformasi digital di pemerintahan secara khusus dan pengembangan smart city secara umum, Telkom Group melalui Smart City Nusantara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Online Solusi Covid-19 untuk jajaran Pemerintah Daerah di Indonesia. FGD Online ini merupakan forum sosialisasi dan diskusi produk solusi Telkom Group yang kiranya sangat dibutuhkan oleh Pemda dalam masa pandemic Covid-19 seperti saat ini. Dilaksanakan pada tanggal 11-20 Mei 2020, FGD Online ini setiap harinya terbagi atas 4 ruang yang mengupas tuntas beberapa topik seperti Dashboard dan Monitoring Kesehatan, Telemedicine dan Pantauan Kesehatan, Layanan Kesehatan Masyarakat, Smart Village, Solusi Internet dan Pendidikan.

FGD Online tersebut merupakan mekanisme alternatif Telkom Group dalam melakukan sharing sosialisasi dan diskusi perihal pengembangan smart city yang sebelumnya biasa dilakukan melalui kunjungan stakeholder smart city ke Living Lab Smart City Nusantara. Living Lab Smart City Nusantara merupakan fasilitas yang dibagun Telkom di tahun 2016 dengan tujuan sebagai sebuah experience center tempat sharing dan diskusi berbagai hal mengenai pengembangan smart city di Indonesia. Terbuka untuk umum, hingga kini Living Lab Smart City Nusantara telah menerima lebih dari 500 kunjungan dari berbagai kalangan baik itu Pemerintah, Akademisi, Bisnis, dan lain sebagainya.

Berada di tengah kondisi pandemic, dengan alternatif diskusi online ini ternyata tidak mengurangi antusiasme Pemerintah Daerah untuk bergabung dalam sharing sosialisasi dan diskusi perihal pengembangan smart city. Tercatat sebanyak 85 Pemda dari seluruh Indonesia telah bergabung dalam kegiatan FGD Online ini. Telkom berharap melalui pelaksanaan FGD Online ini Telkom dapat terus memberi dukungan bagi Pemda di Indonesia untuk percepatan pengembangan smart city di daerahnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.

Selengkapnya

Senin,  30 Oktober 2017 bertempat di Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, telah dilaksanakan launching aplikasi DTP D-City yang dihadiri oleh walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH dan Direktur Enterprise dan Bisnis PT. Telkom Dian Rachmawan. Aplikasi DTP Smart City Netizen (D-City) merupakan mobile apps berisi informasi bagi penduduk atau visitor kota dengan menyediakan akses ke layanan ePelaporan, ePuskesmas, HiCity dan T-Money. Untuk program apresiasi diberikan layanan gratis selama 1 tahun untuk 2 solusi layanan ePelaporan dan HiCity.

Pada kesempatan yang sama juga diberikan penghargaan Apresiasi Smart City Readiness 2017 berupa pemberian penghargaan kepada 52 Pemda. Kriteria Smart City Readiness 2017 berdasarkan:

  1. 25 Pemda yg menjadi program Smart City dari Kemenkominfo
  2. Berdasarkan kreteria Smart City Readiness Telkom 3C (Connectivity, Content, Collaboration).
  3. Faktor Geografis sesuai dengan sebaran Pemda vs Telkom Regional

Acara juga dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkot Tangsel, pejabat Telkom Group (EVP DGS Muh. Salsabil,  EGM DDS Arif Mustain, EVP Treg-2 Tengku Muda Nanta), Pemkab Tanah  Bumbu, Pemprov Sulawesi Selatan dan Komunitas ICT Tangsel.

Selengkapnya

Kamis, 25 Januari 2018, Bidang Smart City Telkom DDS (Divisi Digital Service) beserta tim Telkom Witel Samarinda mengunjungi Dinas  Kominfo Pemkot Samarinda yang disambut baik oleh Wakil Kabid Aplikasi & Layanan Pemerintahan Dikoninfo Pemkot Samarinda beserta jajaranya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkot Samarinda paparan layanan-layanan smart city yang sudah dikembangkan, antara lain :

  1. Dashboard Smart City (Develop by Hexacrew) yang menampilkan data statistik penduduk (Dukcapil), data sebaran jaringan kabel Fiber Optik dan WiFi (melaui API milik Telkom), CCTV Dishub serta info lalu lintas berbasis Google.
  2. Portal Open API, contoh parameter kependudukan 
  3. Aplikasi e-Kelurahan yang terintegrasi dengan mobile apps e-Warga untuk pengelolaan administrasi Kependudukan
  4. Portal Pemkot Smarinda dengan pendekatan Citizen Centris, sub Domain sampai dengan level Kelurahan.
  5. Market Place Samarinda disesuaikan dengan hostoris dari PAD yang difocuskan di sektor perdagangan dan Jasa.

Adapaun fokus pengembangan layanan smart city Pemkot Samarinda pada tahun 2018 ini antara lain:  

  1. Penataan bisinis proses aplikasi yang sudah ada serta pengawasan deployment smart city dan telah dilakukan standarisasi Framework.
  2. Penataan perdagangan untuk pemberdayaan UMKM seperti Digitalisasi perdagangan yang dilakukan kerjasama dengan Bank, Poin of sales, e-Waste Management dan e-Parking.
  3. Kerjasama dengan Polres untuk pengawasan CCTV (Command center). 
  4. Master Plan Pemkot Samarinda merefer konsep smart city (City Asia).
  5. Pemasangan 30 titik Access Point WiFi publik.
  6. Event Hackaton dengan tema Smat City (Maret 2018).

Pada pertemuan dan kunjungankali ini secara prinsip Diskominfo siap dan terbuka melakukan kerjasama dengan Telkom, yang akan dilakukan dalam waktu dekat dan akan mengirimkan list layanan aplikasi pemerintahan yang sudah terimplementasi berikut detail informasinya.

Selengkapnya

Pada hari Selasa tanggal 13 Februari 2018 bertempat di Hotel Best Western Premier Solo Baru Sukoharjo, Bidang Smart City Telkom DDS (Divisi Digital Service) diberikan kepercayaan sebagai salah satu nara sumber untuk memaparkan konsep Platform Smart City (fokus Smart Government) kepada seluruh Dinas Kominfo Propinsi Jawa Tengah. Selain itu, Telkom juga menyampaikan informasi produk dan layanan smart city yang telah dimiliki Telkom yang dipaparkan secara keseluruhan bersama nara sumber lainnya yaitu  Telkom Divisi Regional 4 Jateng&DIY, Infomedia, dan TelkomSigma.

Konsep platfrom Smart City Nusantara yang disampaikan oleh Telkom melalu materi yang berjudul menjelaskan mengenai integrasi dengan platform layanan-layanan vertikal solution yang berbasis digital yang disupport oleh  Link acces yang cepat,  sejalan dengan konsep 3C Telkom: “Connectivity, Content & Colaboration”

Pada kegiatan ini pula disepakati MoU  kerjasama antara Dinas Kominfo Propinsi Jawa Tengah dengan Telkom Regional IV Jateng &DIY. Dengan penandatangan MoU tersebut, terjalin kerjasama pengembangan dan implementasi produk-produk smart city di Propinsi Jawa Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp.100 Milyar.

Semoga proses ini menjadi langkah baru dalam pencapaian  market aplikasi digital untuk mewujudkan Smart City Nusantara lebih luas dan bermanfaat, serta menjadi stimulus untuk instansi lainya.

Selengkapnya